KKN di Desa Karang Tengah

KKN

Beberapa waktu lalu saya dapet undangan pernikahan dari salah satu warga Desa tempat dulu saya KKN.

Saya dan satu teman KKN ke sana malam sebelum acara pernikahan bertepatan dengan acara syukuran. Gak nyangka para warga masih kenal sama wajah saya… jadi ingat pengalaman KKN beberapa tahun yang lalu.

-Bukan Thread Horor-

Tahun 2012 saya KKN di Desa Karang Tengah, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. KKN buat mahasiswa hukumnya wajib kan yaaa.

Kampus saya waktu itu ada 2 pilihan antara KKN alternatif atau KKN reguler.

Untuk KKN alternatif, mahasiswa dibebaskan memilih teman satu posko, tempat KKN dan waktu KKN. Biasanya mereka yang ambil KKN adalah kakak tingkat yang dulu belum sempat ambil makul KKN atau teman-teman seangkatan yang ngoyo pengen cepet lulus. Biasanya mereka ambil lokasi yang dekat-dekat dengan kampus sehingga ada waktu untuk bimbingan skripsi atau ambil mata kuliah lain.

Kalau KKN reguler, semuanya diatur oleh kampus, dari teman satu posko, tempat KKN dan waktunya. Bahkan ada acara penerjunan KKN di Kecamatan dengan menyerahkan anak-anak KKN kepada Kepala Desa masing-masing posko.

Saya jelas ambil yang KKN reguler donk..lebih menantang euy…Satu angkatan dari 40 mahasiswa jurusan saya yang ambil KKN reguler cuma sekitar 9 orang. Jadi menurut pengamatan saya, KKN reguler ini tidak begitu diminati oleh teman-teman seangkatan.

Seperti yang saya sebutkan di atas kalau KKN reguler ini semuanya diatur oleh kampus, jadi teman satu posko pun gambling alias tidak bisa pilih. Kami baru kenal satu sama lain saat pembekalan KKN, sekitar 3 hari sebelum penerjunan. 8 orang, 6 cowok, 2 cewek beda jurusan dan beda fakultas.

Hari penerjunan KKN tiba, berangkat pagi dari kos, bawa 2 tas jinjing dan 1 tas gendong. Setelah upacara pemberangkatan dari kampus, kami dibawa ke Kecamatan dengan angkutan sewaan kampus.

Sampai di Kecamatan, sudah banyak mobil angkutan yang parkir di lapangan kecamatan. Mobil tersebut adalah angkutan yang disediakan oleh desa untuk membawa anak-anak KKN menuju desa masing-masing.

Saya sama teman cewek satu posko KKN liat ada mobil pribadi yang diparkir berjajar dengan mobil angkutan, kami nyeletuk andai itu mobil yang dipakai buat jemput kami. Dan beneran euy, itu mobil Pak Lurah yang akan kami tempati KKN. Yess,,kami naik mobil pribadi yang jauh lebih nyaman dari angkot. Secara saat penerjunan KKN Pak Camat bilang kalau desa saya adalah desa kedua terjauh dari Kecamatan. Udah bayangin betapa jauhnya desa tersebut, padahal belum pernah ke sana. Hehehehe.

Pak Lurah langsung suruh bawa barang bawaan kami ke dalam mobil, 4 teman saya yang lain bawa kendaraan pribadi mengikuti dari belakang. Selama perjalanan Bapak Lurah cerita banyak hal, tapi saya tidak begitu fokus. Oppss maaf Pak Lurah,,salim dulu…

Saya lebih fokus dengan pemandangan sepanjang jalan yang kami lalui. Saya tuh orangnya gampang excited sama pemandangan baru,,,liat hutan karet aja rasanya seneng betss,,wkwk..

Ternyata perjalanan emang cukup jauh. Kami lewat desa, kebun karet, desa, sungai, sawah, desa,,sawah, desa lagi,,kok gak sampai-sampai yak.. dalam hati, pantesan tadi Bapak Camat bilang kalau ini desa terjauh kedua dari Kecamatan…Bayangannya saya sudah yang enggak-enggak. Gmana nanti kalau penerangannya terbatas, gmana kalau nanti mandi dan pup di kali, gmana kalau kesulitan air padahal saya paling anti sikat gigi pakai air yang sudah di ember, menurut saya wajib hukumnya sikat gigi pakai air yang mengalir dari kran.

Saya sadar dari lamunan setelah Pak Lurah bilang kalau kami sudah sampai di Desa Karang Tengah. “Owh brarti sebentar lagi sampai Pak?”

“Belum Mbak, masih 15 menit lagi, ini baru di perbatasan, rumah saya yang nanti jadi  posko KKN ada di perbatasan desa satunya”.

Bersambung….

Advertisements

Mengurus Visa Kunjungan Bisnis Australia 2 Hari Jadi!!!

Awal bulan April saya diminta bos untuk mengurus training di Sydney – Australia untuk keberangkatan 10 Mei 2019.

Walaupun sudah pernah mengurus training yang hampir sama, namun training sebelumnya di Singapura yang bisa ke sana tanpa visa.

Karena waktu yang lumayan mepet, saya browsing tiket, visa, akomodasi untuk training ke Australia. Ada dua opsi mengurus visa yaitu secara pribadi atau melalui travel agent. Setelah saya jelaskan ke Pak Bos kalau melalui travel agent kita tidak harus datang untuk interview ke kantor imigrasi, maka beliau memutuskan untuk mengurus visa dengan bantuan travel agen.

Walaupun lebih mahal mengurus visa melalui travel agent, tapi worth it lah, daripada harus bolak-balik Jepara – Jakarta, Cuma beda tipis sekita 400 ribu kok.

Setelak cek-cek referensi travel agent, kami putuskan untuk memakai jasa Dwidaya Tour. Secara posisi kami di Jepara, maka saya hubungi kantor yang di Semarang. Ternyata, untuk kantor cabang Semarang namanya adalah Nusantara Tour.

Oke deh, setelah tanya-tanya sama mbak customer service, saya bingung lagi antara mengajukan visa kunjungan bisnis atau turis karena pertimbangan beberapa hal:

  1. Bos saya training hanya tanggal 13 – 15 Mei, sedangkan beliau stay dari tanggal 10 – 16 Mei.
  2. Karena takut tidak dapat visa, kami memutuskan untuk tidak membayar uang training. Rencana kami akan membayar uang training jika visa granted.
  3. Jika apply visa bisnis kami harus melampirkan bukti-bukti training yang akan diikuti.

Walaupun mbak CS menyarankan untuk apply visa turis, akhirnya kami mengurus visa kunjungan bisnis donkkkk… dengan pertimbangan tidak membayar training terlebih dahulu (saya bold karena ini bakal jadi drama).

Daaan,,mengurusnya bukan di kantor cabang Semarang, tetapi di kantor Dwidaya Kelapa Gading Jakarta Utara dengan alasan dekat sama rumah Jakarta.

Okee, baiqlaaahhh… kami kirim dokumen pendukung visa ke kantor Dwidaya di Kelapa Gading.

Dokumen yang dikirim antara lain sebagai berikut:

  1. Paspor ASLI.
  2. KK, KTP, Akte Kelahiran (copy di kertas A4).
  3. Foto 4 x 6 latar belakang putih (2 lembar)
  4. Copy akte nikah (sebenarnya ini tidak harus, karena yang diharuskan submit akte nikah jika yang berangkat adalah perempuan).
  5. Surat referensi bank, kami submit 2 referensi bank.
  6. Surat keterangan dari perusahaan (yang membuktikan bahwa orang tersebut mempunyai pekerjaan di Indonesia dan akan pulang setelah training selesai).
  7. Brosur training.
  8. Form 1415 & 956 A

Semua dokumen dikirim via ekspedisi.

Setelah sampai, semua dokumen diurus oleh pihak travel agent untuk pengajuan visa. Selang beberapa hari, dari pihak travel agent kasih kabar kalau dokumennya tidak bisa diproses karena kurang surat keterangan dari penyelenggara training (istilahnya surat undangan dari pihak penyelenggara.

Waktunya bener-bener mepet hanya sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan, dan drama pun dimulai.

Pihak penyelenggara hanya bisa memberikan surat undangan jika peserta sudah melunasi biaya training. Akhirnya mau gak mau kami bayar itu biaya training. Pembayaran dilakukan hari Rabu, karena transfer ke bank luar negeri, ekspektasi saya setidaknya hari Jumat pembayarannya sudah dapat dikonfirmasi. Hari Jumat saya tanya ke pihak training pembayaran belum masuk, sampai hari Selasa baru deh dapat notifokasi pembayaran sudah confirm by team finance mereka.

Hari Selasa itu juga saya minta surat keterangan dikirim by email. Sampai sore baru saya terima suratnya dan ada bagian yang terpotong (pffffttttttttt).

Saya info CS training bahwa ada bagian surat yang terpotong, dia baru bisa proses besok karena Direktur yang tanda tangan surat tersebut sudah tidak berada di kantor.

Okelahh,,,hari berikutnya, saya nekat kirim surat tersebut ke pihak Dwidaya tour. Saya jelaskan kalau ada part yang terpotong, saya akan kirimkan surat yang utuh kalau sudah dapat dari pihak penyelenggara training.

Sore banget pihak penyelenggara training baru kirim revisi surat, dannnn ada bagian yang terpotong lagi..ahh yasudahhh….

Syukurlah pihak Dwidaya tour supportif banget, surat tersebut langsung dikirim ke pihak kedutaan dan 2 hari kemudian visanya granted..akhirnyaaaaaaa bernafas legaa….eh belummmmmm

Drama kembali muncul, setelah visa granted di hari itu juga ada email konfirmasi ke kami bahwa trainingnya diundur bulan November padahal visa yang kami dapat hanya berlaku 3 bulan sampai bulan Agustus saja.. Which means untuk training bulan November nanti saya harus mengajukan visa lagi.

Begitulah pengalaman saya apply visa bisnis dengan bantuan Dwidaya Tour, mereka sangat membantu saya secara apply visanya sangat mepet dengan jadwal keberangkatan.

Oh ya, sebenarnya ada sedikit drama juga sih sama CS Dwidaya, saya sempat diinfo kalau form yang saya kirim adalah form 956A dan 1419 (form untuk turis visa), padahal saya yakin seyakin-yakinnya kalau saya kirim form 1415 (form untuk kunjungan bisnis). Untungnya saya punya scan semua dokumen yang saya kirim. 😛

Jadi teman-teman, sebaiknya kalian scan semua dokumen yang kalian kirim ya,,in case untuk jaga-jaga.

Mbak, clickbait banget sih judulnya, katanya di judul 2 hari jadi, kok itu berminggu-minggu?? Gini ya sist, yang lama tuh dramanya. Kalau dokumen kalian lengkap Insyallah cepet kok..

Siap-siap pakai jasa Dwidaya Tour lagi untuk apply visa.

Random story: Crazy Rich Semarang

Part A tentang gilanya mereka spend money yang bikin saya cenut2 meratapi nasib:
1. Waktu kerja di interior design ada client minta dibikinkan laci buat nyimpen sikat sm pasta gigi…daann dengan design yg dia minta harganya jadi 5 juta…Pakkk,, saya nyimpen sikat gigi cm pake ember ala anak kos harga 10ribuan..

2. Ini lebih gokil, keluarga muda spend uang 120 juta cuma buat design interior kamar anak yang masih dalam kandungan.😂😂, Anak masih dalam kandungan bukkk,,seketika itu saya merasa hampa terlahir ke dunia..kalau saya punya uang segitu mah mending buat beli tanah..

Part B: tentang anak para crazy rich Semarang. Syukurlah saya ketemu para anak yang baiknya bak malaikat, dan sepertinya tidak sadar kl mereka anak orang kaya.
1. Anak2 bos saya, owner perusahaan properti terkenal di Semarang. Mereka selalu panggil kami para karyawan dengan sebutan tante. Yang nomer 1 cewek, kelas 2 SD di salah satu sekolah Internasional Semarang, gak pernah merasa bossy saat renang atau makan di resto yang notabene adalah milik keluarganya. Selalu bilang please dan thank you.
Jadi pernah sekeluarga liburan ke luar negeri pakai kapal pesiar seminggu, pulang dari liburan saya tanya ke anaknya, asik gak liburannya? tempatnya bagus2 kah? Dia jawabnya bagusan waktu outing sekolah sama temen2 ke pantai Bandengan tante😂😂.

2. Anak les, atlet bulu tangkis, waktu itu dia kelas 1 SMP, dia cewek tapi stylenya tomboy. Gayanya mirip Liliana Natsir.
Mamahnya dokter gigi, Papahnya kerja sering ke luar kota, kakak nomor satu kuliah di Australia, kakak nomor dua kelas 3 SMP. Selama ngelesi belum pernah ketemu sama mamahnya, ketemu sama papahnya sekali. papahnya baikk polll,,jadi dia kebanyakan di rumah sama 2 pembantu dan kakaknya nomor dua. Kalau buka pagar rumah tuh musti pake remot. Mobilnya banyak nongkrong di garasi. Pas masuk rumahnya busettt…nih rumah kyk di sinetron2…Anehnya nih anak humble bangettt,,tiap les yang bawain minuman tuh dia, bukan embak2 pembantunya. Daaannn kalau selesai les, dia nganter sampai depan gerbang, selalu dadadada sambil bilang besok ke sini lagi yaa buuu..hiks jadi kangen Naya
Tambahan, jadi depan rumahnya tuh rumah saudaranya, si Naya pernah bilang g mau ah main2 ke rumah depan, takut ketularan virus orang kaya…duh ndukk,,,kalau kamu aja gak ngrasa kaya terus aku ini apaaaa????😪

Part C: Ini bukan tentang crazy rich Semarang, ceritanya malah mirip2 kyk keluarga cemara sih..
Waktu itu saya diminta ngelesi anak pindahan dari Bandung cowok kelas 4 SD, kakaknya cewek kelas 2 SMP. Jadi mereka sekeluarga pindah ke Semarang karena usaha bapaknya bangkrut. Ibunya baru saja melahirkan anak ke 3. Waktu pertama saya datang ngelesi kondisi rumah masih banyak barang yang belum tertata. Sepertinya rumah kontrakan mereka terlalu sempit buat taruh barang2. Mereka pindah Semarang baru sekitar 2 bulan, orang tuanya cari guru les karena si anak belum mampu mengikuti kurikulum yang notabene beda dengan sekolah sebelumnya. Ada masa2 dimana sang kakak cewek nangis dan bilang kalau kangen dengan teman2 sekolah lama, di sekolah baru susah punya teman, kalau kita gak bangkrut pasti masih ktemu sama teman2 di Bandung. Jadi, waktu nonton keluarga cemara selama film saya bayangin keluarga ini.
Ada masa2 yang buat lebih sulit waktu mobil mereka hilang di depan kontrakan. Seperti jatuh tertimpa tangga

Bonus cerita crazy rich Semarang.
Ini cerita jaman saya kuliah. Dulu waktu kuliah dari pihak yayasan LDP mewajibkan penerima beasiswa untuk les bahasa Inggris di EF. Waktu itu sistem kelasnya per level campuran dengan anak2 lain. Kalau g salah dulu saya langsung level 8, dalam kelas campuran ada yg masih SMA, ada yg sudah kerja. Saat conversation, teachernya tanya ke semua murid tentang aktifitas selama liburan. Saya waktu itu jawab liburan kemarin ke Jogja karena emang ada KKL, ehh anak SMA tengil sebelah saya cerita kalau liburan kemarin dia ke Alexandria 2 minggu. Seketika jiwa misqueen saya meronta.

Semua cerita di atas adalah kejadian nyata. Jadi sekarang kalau ada orang yang gaji g ada dua digit tapi gayanya selangit merasa paling hits sekampung halaman tuh rasanya cm pengen mesem aja…

Menghadapi Quarter Life Crisis dengan Berkebun

Selamat pagi dari kota Jepara yang tadi malam hujan deras.

Saya pernah post di blog ini tentang quarter life crisis, namun saya hapus karena setelah dibaca berulang-ulang kok kayaknya malu gitu ya..xixixi.

Sekarang masih mengalami quarter life crisis??? Masih, tapi tidak separah dulu. Intinya saat mood tidak jelas dan perasaan terombang-ambing,,,tuh si hantu quater life crisis mulai ngintip-ngintip.. 😀 😀

Sekarang, salah satu pelarian saya jika perasaan terombang-ambing itu datang adalah dengan berkebun. Tapi karena nyambi kerja kantoran yang pergi pagi pulang petang, saya tidak full setiap hari merawat kebun.

Kebanyakan tanaman yang saya tanam adalah sayur-sayuran yang mudah ditanam dan bisa dimakan seperti kangkung, tomat, bayam hijau, bayam merah, kemangi, dan baru-baru ini saya coba taman mentimun.

Oh ya, ini untuk konsumsi pribadi yaa,,, karena hasil panennya belum layak untuk diperjual belikan

Berikut beberapa update kebun saya:

1. Bayam merah

index
baru petik dari kebun, dibuat sayur untuk bekal kerja

2. Mentimun

1 hari
Foto diambil hari Sabtu
4 hari
Foto diambil tadi pagi

Saya paling amazed sama pertumbuhan mentimun. Baru 3 hari udah gede…

Ini pertama kali saya tanam mentimun

ada sekitar 6 biji yang saya tanam. Semuanya tumbuh, karena beberapa minggu saya sibuk, tuh taneman saya biarkan saja. Akhirnya 3 tanaman yang bertahan, dan pas saya tengok kebun ternyata muncul bakal buahnya.. jadilah saya coba rawat tanaman yang tersisa. Saya buatkan rambatan dari tali rafia.

Berkebun itu menenangkan jiwa. Perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saat mencangkul tanah, membabat rumput, menyemai benih, berkeringat karena terik matahari. Disaat yang sama berharap apa yang saya kerjakan bisa saya lihat bertumbuh. Syukur-syukur kalau bisa menikmati hasilnya.

Mungkin hasilnya kalau dipamerin ke orang-orang bisa-bisa cuma diketawain, tapi manfaat dari aktifitas berkebun yang bisa membuat saya waras saat saya rasa hidup sedang tidak ada indah-indahnya #eaaaa

Jepara 13 Maret 2019

 

Pengalaman Makan di Tengkleng Bu Edi Solo

Weekend minggu kemarin saya dan teman-teman kantor jalan-jalan ke Solo. Kami ber 5 (2 cewek & 3 cowok).

Minggu pagi, kami ke Keraton Kasunanan Surakarta. Muter-muternya pakai becak sehh, jadi gak capek-capek amat :P.

Sambil muter-muter keraton kami menentukan destinasi makan siang dan pilihan jatuh ke Tengkleng Bu Edi. Makanan yang konon legendaris banget dan dekat dengan lokasi.

Pas tanya ke Pak tukang becak jam buka Tengkleng Bu Edi beliau jawab bukanya sekitar jam 13:00. Teman saya bilang aman soalnya masih jam 11:30.

Tapi perasaan saya gak enak, soalnya dari beberapa review di Youtube lebih baik kita datang lebih awal.

Setelah misi muter-muter Keraton selesai, saya langsung ajak teman-tem buat cuss langsung ke Tengkleng Bu Edi. Dan tarrraaaaaa…beneran menn,,rame banget,,ngett..

tengkleng

Pembeliannya sistem nomor antrian ya,,jadi saat datang langsung ambil nomor antrian.

Kami dapat antrian Nomor 36, 37, 38, 39, 40, saya ambil nomor antrian 5 karena saya pikir kami ber 5 (dan sebentar lagi kalian akan tahu betapa bodohnya saya..wkwkwk). Saat itu antrian baru nomor 6…Gilak,,antrian nomor 6 tapi yang makan udah sebanyak itu,,kami ngantri sambil berdiri cuyyy. Temen-temen cowok nunggu sambil duduk di bawah pohon gede samping warungnya.

Beberapa saat kemudian kami (saya dan teman cewek) dapet tempat duduk di belakang warung (posisi masih ngantri yaaa).. Lumayan lah,,ngantri sambil duduk..

Pas nomor antrian 30, saya excited banget tuh manggil temen-temen cowok buat merapat karena saya pikir sebentar lagi giliran kami.

Daaaannn,,ternyataaaa,, antrian 1 nomor itu buat rombongan T.T T.T T.T (sekitar 25 orang). Saya langsung mlongo donk,,,harusnya saya juga gitu, cukup ambil 1 nomor saja buat 5 orang (saya terlalu lugu)..:D

Bapak-bapak belakang saya nyeletuk, ini kalau satu atau dua nomor antrian lagi buat rombongan, bisa-bisa gak kebagian. Duh, langsung was-was…secara sudah nunggu 1 jam, kan sayang kalau zonk…

Pukul 13:00 nomor antrian kami dipanggil. Udah gak sempet foto makanannya. Keburu laper euyy… Kami ber 5 gak kebagian tempat duduk, kami makan sambil duduk di bawah pohon.

Akhirnya saya bisa makan makanan legenda yang larisnya minta ampun…dan memang rasanya enak, dagingnya empuk dan banyak, ada cabe setan utuh (buat yang suka pedes mantep tuh). Harga 1 porsi Rp 50.000 (dapet sate jeroan) dan minumnya saya pesan es jeruk Rp 5.000.

Saran:

1. Kalau bisa jangan pakai baju putih saat makan di sana. Kalau kena kuah sepertinya susah hilang.

2. Sedia tissue sendiri buat jaga-jaga..saya tidak tau disediakan tissue apa tidak, secara saya tidak kebagian tempat duduk.

3. Kalau rombongan atau berdua, lebih baik 1 orang yang antri, lainnya harus gercep cari tempat duduk.

4. Beli minumnya jangan cuma 1, dijamin kurang 😀

 

Rating: 9.5/10

(-) Sistem antrian yang tidak 1 nomor 1 orang bisa bikin orang yang dapat antrian nomor-nomor terakhir was-was takut gak kebagian.

(+) Enak..enakk..enakk..enak.. (walaupun menurut saya kurang asin sedikiittt) karena saya suka makanan asin.

 

 

 

Bencana vs Agama

Barusan ada tamu ibu saya yg dateng ke rumah..

Pertama2 sih obrolan  normal, ngobrol seputar kompetisi dangdut, kenapa si A yg menang, padahal si B suaranya lebih bagus..

Eh lha kok lama2 ngomongin bencana..kira2 gini “Bencana di Indonesia tuh gr umat agama A memungsuhi umat agama B, gara2 umat agama B teraniaya”. Saya udah mulai panas, tapi masih bisa ngerem..malah si tamu bawa-bawa kitab suci sm surga…

Saya yg waktu itu posisi di kamar langsung dah keluar..sambil pasang muka jutek, dongkol abis bookkk..saya damprat tuh si tamu “Eh buk (tamunya ibuk2), yang jadi korban bencana emang agama tertentu doank? Emang bencananya pilih2 korban harus yg agama apa gitu?, gini nih yg bikin Indonesia g maju2,,apa2 dikait2kan sama agama, sok paling punya kapling di surga”

Gini lo gengs..saya sedih, sentimen terhadap suatu agama itu masih..saling curiga antar umat beragama masih ada.

Tamu tadi kan ibu2 yak,, gmana dia bisa didik anaknya buat menghargai umat/golongan lain kalau pemikirannya aja masih kyk gitu.

Apa kabar negara tercinta kalau generasi penerusnya dicekoki dengan kebencian terhadap umat agama lain?

Inginku berkata kasar, tapi lebih tuaan dia dari ibu gw..

😪😪😪

Single Fighter

“Drama Korea yang lagi nghits apa ya?”

“Kalo baju saya warna merah marun, enakan saya pake eye shadow warna apa?”

“Boleh pinjem lipstick?”

These kinda conversations are never to happen in my office, trust me!!!

Di kantor saya tidak ada yang namanya pinjam meminjam alat make up!!!

So, what kinda office then?

Sebenernya kantor saya sama kayak kantor pada umumnya kok….

Lha kok kliatan horror banget?? Temen2 lu pada judes smua ya? Sampe pinjem alat make up aja gak boleh?

Sebenernya di tempat kerja manapun sebaiknya kita bawa alat make up sndiri kan…,,kbayang dong kalo ada salah satu temen rese yang sukanya minjam doank,,,gak mau modal,,,

Gini,,,di kantor saya gak ada yang pake make up… Smuanya cowo.. I am the most beautiful creature in the office tralalalalalala… so I can’t borrow anything related to girl stuffs to them.

Mungkin ini yang menyebabkan saya males tampil cantik (ato emang dari sononya gak cantik) 😛

Temen saya bakal heboh kalo saya tampil “agak beda” dari biasanya.

Pernah nih saya pake high heels Cuma 5 cm doank,,mereka udah hebuooohhhh,,,besoknya saya kembali pake flat shoes karet.. 😛

Kadang pengen juga sih tampil syaantik kayak mbak2 Customer Service Bank yang bedaknya tebel, pake high heels 10 cm,,tapi apa dayaku…kalo tiba-tiba diajak ke lapangan… Panasnya gak nahan,, (alesan)..

Sebenernya saya nyaman sih kayak gini gak harus dandan yang menor tapi tetep jadi yang paling cantik di kantor…

Next time saya bakal bahas suka duka jadi yang paling cantik di office, so yang bernasib sama kayak saya bisa nih kasih masukan..

 

Reward Untuk Diri Sendiri..

Pengin apa ya????

Well,,,sore ini saya rencana mau beli kado untuk saya sendiri…

Eh..eh…wait.. ulang tahun masih lama kok…

Saya mau beli body mist yang udah saya incer around 3 weeks ago… emang brand apa sih, emang harganya berapa???

Tenang saudara2..saya gak bakal beli parfum yg harganya sampe berjuta-juta kok….duit dari mana coba… Gajian sebulan buat beli parfum,,idihhh,, eman-eman bingiitttt…

Saya aja jarang pake parfum (udah wangi dari sononya),,wkwkwk…

Saya punya parfum sih,,,tapi parfum refill yang sebotol harga 10 ribu itu,,,yang dijual2 dipinggir jalan…lumayan enak aromanya,, rasa vanilla gitu…

Tapi saya mau ganti parfum…soalnya kemaren temen kantor saya bilang kalo parfum saya wanginya kayak punya mantannya.. gubrakkkkkkk!!! Secara mas temen kantor saya sudah move on (read: sudah punya pacar lagi), saya dengan sadar diri gak mau mengacaukan imajinasi temen saya ini,,,saya tidak mau memunculkan kenangan lama,,cieee,,,,kalo saya dikira mantannya kan horor tuh,,,

LANJUT KE PARFUM YANG MAU SAYA BELI

Saya mau beli salah satu body mist yang harganya cuma skitar 30 ribuan…hahaha..

Critanya kemaren pas saya ke apotek buat beli masker, si pemilik apotek ini juga jual tuh produk…scara saya udah lama kepo abis sama nih produk yang biasa dijual online, tapi saya agak males kalo beli online,,ada tambahan ongkir juga…(dasar perhitunga), saya cobain tester body mist yg rasa strawberry,,,lha kok seger2 gimana gitu,,,, jadi pengen,,, dan tralalala,,,merencanakan kalau benda ini akan jadi reward untuk diri saya setelah gajian…lagian harganya gak begitu menguras kantong dan emang saya perlu (biar wangi saya gak sama lagi kayak mantan pacarnya temen saya)….

Selain memberi reward pada diri sendiri dengan beli sesuatu, saya kadang melakukannya dengan ketemu temen atau pergi ke suatu tempat yang saya pengen…dan yang paling saya suka pastinya makan-makan atau jajan…yeyeye..

kalau jajan sebagai  reward pada diri sendiri, biasa saya lakuin pas Senin sore… Secara, saya selalu merasa Senin jahat,,hiks,,,laporan numpuk, masih bikin weekly report, apa lagi kalo pas awal bulan, nambah tuh laporannya… pulang kantor saya cabut deh,,,

Untungnya tempat saya kerja jauh dari cafe, resto, dll.. paling banter beli sop buntut ato asem-asem kambing.. budget gak nyampe 20 ribu,,,kenyang,,mood kembali normal…haha

Menurut salah satu artikel yang saya baca, memberi reward pada diri sendiri adalah suatu hal positif yang bisa meningkatkan motivasi..sapa tau pas pake parfum baru saya jadi semangat garap laporan..semangat nulis juga… Aminn…

Lagian gak ada salahnya kan kalau kita memberi penghargaan pada diri sendiri setelah apa yang sudah kita lalui,,eciecieeee….